Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2024

Jangan melupakan nikmat

 Jangan sampai 1 hari tidak menyenangkan, melupakan nikmat 29 hari. Sabar itu ternyata tidak mudah Mungkin kalau masih lempeng² aja enak bilang gitu. Jadi gini, sebelum nyerempet truk malemnya itu saya bilang gini di taklim:  "misal ni Allah berikan 1 hari ujian maka 6 hari dalam seminggu akan di lupakan" Qodarullah, besoknya  nyerempet truk,, akhirnya 1 setengah bulan jalan pake tongkat. Selama itu saya ingat kata-kata saya, yang terakhir saya bilang agar tidak masuk kedalam firman Allah ta'ala:  { إِنَّ ٱلۡإِنسَـٰنَ لِرَبِّهِۦ لَكَنُودࣱ } Sungguh, manusia itu sangat ingkar, (tidak bersyukur) kepada Tuhannya. [Surat Al-'Adiyat: 6]  Salah satu tafsir nya ayat ini, manusia itu hanya bisa menghitung musibah tapi melupakan nikmat. Kira² begitu yang saya baca. Jadi, memang mudah lisan kita mengucapkan "sabar" tapi berat meyakinkan diri bahwa itu hanya cobaan, dimana² yang namanya cobaan ya cobain..

Kuatkan keimanan

 Katanya "jangan takut murtad dong, jika kamu tidak bisa mempercayai sesuatu yang benar". Aneh gak sih?  Yok kuliti sedikit.. ini benar menurut siapa? Karena begini, kenapa kaum muslimin yakin dengan sangat kalau Islam itu yang benar? Sebab, hanya di Islam hal kecil di ajarkan misalnya masuk ke kamar mandi. Hal sepele seperti itu saja di ajarkan apalagi yang berkaitan dengan keimanan..  Kita tahu Para ulama membahas banyak hal yang membahayakan keimanan, mulai dari yang kecil sampe yang membuat keluar dari agama. Kenapa sampe segitunya para ulama membahas hal itu? Para ulama tidak lebay membahas mendalam Perkara keimanan. Karena kembali lagi, sebab mereka takut keluar dari agama tanpa disadari. Contohnya:  Membercandai agama. Coba baca ayat ini  { وَلَىِٕن سَأَلۡتَهُمۡ لَیَقُولُنَّ إِنَّمَا كُنَّا نَخُوضُ وَنَلۡعَبُۚ قُلۡ أَبِٱللَّهِ وَءَایَـٰتِهِۦ وَرَسُولِهِۦ كُنتُمۡ تَسۡتَهۡزِءُونَ } Dan jika kamu tanyakan kepada mereka, niscaya mereka akan menjawab, “Sesungg...

Tidak sama

 Yok ambil pelajaran dari hadist ini. عن أبي سعيد الخدري قال: سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول: «من رأى منكم منكرا فليغيره بيده، فإن لم يستطع فبلسانه، فإن لم يستطع فبقلبه، وذلك أضعف الإيمان». رواه مسلم. Dari Abi said Al Khudriy berkata: aku mendengar Rasulullah shalallahu alaihi wa salam bersabda: "barangsiapa diantara kalian melihat kemungkaran hendaklah dia merubahnya dengan tangan, apabila tidak mampu rubahlah dengan lisan, apabila tidak mampu maka ingkari dengan hati, maka pengingkaran dengan hati paling lemahnya keimanan" diriwayatkan oleh imam Muslim. Jadi, didalam hadist ini menerangkan langkah pengingkaran perbuatan Munkar. Ada sebuah pesan yang di selipkan dalam hadist ini, yaitu amar makruf tidak cukup hanya mengajak dengan tindakan saja. Akan tetapi memberikan pemahaman. Setelah mengajak dengan tindakan tidak bisa, maka ajak dengan dakwah mu, berikan pemahaman yang benar. Nah, dalam penyampaian pemahaman tidak hanya disampaikan, "ini halal ini haram, ini...

Mintalah walaupun hal remeh

 Bantuan manusia nanti, setelah apa yang sudah di lakukan maksimal, dan sudah buntu.  Dahulu para sahabat, tidak hanya berdo'a kemudian berdiam diri.  Akan tetapi mereka setelah berdo'a, menempuh sebab² agar apa yang di doa kan bisa di dapatkan. Dan para sahabat tidaklah sombong, yang enggan akan berdo'a, walaupun segagah Umar bin Khattab, setangguh Kholid bin Walid. Mereka Radhiallahu Anhum, tidak segan akan berdoa, sebab mereka sangat lah paham siapa Tuhan mereka. Ibnu Rajab rahimahullah mengatakan: وكان بعض السلف يسأل الله في صلاته كل حوائجه حتى ملح عجينه وعلف شاته “Dahulu para salaf meminta kepada Allah dalam shalatnya, semua kebutuhannya sampai-sampai garam untuk adonannya dan tali kekang untuk kambingnya” Mereka orang terpilih, yang Allah pilih untuk nabiNya yang mulia.. akan tetapi hanya masalah garam pun mereka masih mengangkat kedua tangannya. Jangan segan untuk berdo'a, hal kecil pun jangan luput dari do'a mu.

Wahyu sumbernya Islam

 Islam itu sumbernya Wahyu, bukan bualan atau pun angan. Percayalah apa yang di gariskan oleh syariat akan memberikan dampak positif untuk kehidupan. Kita bahas beberapa saja, yang katanya termasuk dari keterbukaan pikiran. Jadi, orang yang mengaku pikirannya sudah terbuka, tidak di kungkung oleh syariat seakan-akan dia si paling open minded, padahal orang seperti ini hanya akan mendatangkan masalah baru. Contohnya LGTV,, coba liat orang yang melegalkan hal itu.pasti bilangnya "Ya namanya manusia punya selera yang berbeda". Asem, dalil seperti itu. Kita jawab,, tau hewan kan, hewan saja tahu cewek cowok, walaupun nantinya yang di kumpulin emaknya juga, tapi tahu cewek cowoknya, nah ini manusia yang katanya open minded, tapi justru lebih wadaw dibandingkan hewan. Masalah kedua, memberikan batasan umur untuk menikah, dengan tujuan mencegah perceraian, Dikira umur tua dak kira cerai. Tapi, disisi lain melegalkan pacaran yang konteksnya perzinaan atas persetujuan. Jadi bagaimana?...