Mengikuti jejak guru tidaklah senantiasa diperbolehkan
menasehati diri sendiri dengan tau kapasitas diri sendiri itu sangat terpuji dan menasehati orang lain yang dia tahu akan kesalahanya itu sangatlah bagus tapi yang susah itu orang yang tidak tahu akan kapasitas dirinya sendiri tatkala diingatkan akan kesalahnya dia marah tatkala di kasih *tau itu salah* tetap saja menyangkal. karena dia mengira sudah berada diatas kebenaran yang dengan alasannya dia mengatakan "saya ini ikut ustad atau guru saya" ucapan seperti ini boleh, yang dilarang itu tatkala guru atau ustad anda salah tapi tetap anda benarkan. Mengukur kemampuan orang lain, yaitu dengan cara orang tersebut berada satu tingkat diatasnya atau sama. Jangan orang yang di bawahnya mengukur yang diatasnya maka ini sangatlah mustahil. Contoh untuk mengetahui kesalahan seorang guru diukur dengan guru juga bukan dengan murid. Allahu'alam